Skip to content
  • Selasa, 27 Oktober 2026
  • 19:19
  • Follow Us

  • Home
  • Contact
  • Home
  • Home
  • Recruitment
  • Redaksi
  • Home
  • Pembunuhan Brigadir Esco, Keluarga Minta Mabes Polri Ikut Pantau Penyidikan
Pos-pos Terbaru
  • SELAMAT & SUKSES PERGANTIAN PEJABAT DIREKTORAT QAGC JNE 22/10/2026
  • MUKI dan PEWARNA Kalteng Gelar Doa Bersama di Bundaran Besar, Serukan Pemulihan dari Karhutla 16/10/2026
  • Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia 16/10/2026
  • Imigrasi Tangerang Luncurkan PUSPITA dan DIKSI Perkuat Pelayanan 12/10/2026
  • JPB Law Firm Apresiasi Polres Jakpus, Minta Dugaan Penipuan Bisnis Tanam Padi dan Kapal Cumi Rp1 Miliar Diusut Tuntas 09/10/2026
Nasional

Pembunuhan Brigadir Esco, Keluarga Minta Mabes Polri Ikut Pantau Penyidikan

Pimpinan Redaksi Sep 16, 2025 0
Spread the love

Aspirasiindonesianews.com, LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT (16/09) – Misteri kematian Brigadir Esco Faska Rely, anggota intel Polsek Sekotong, Lombok Barat, masih menyimpan banyak tanda tanya. Sudah hampir sebulan sejak jasadnya ditemukan di kebun belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, namun hingga kini belum ada kepastian siapa pelaku dan bagaimana kronologi sesungguhnya.

 

Keluarga besar korban terus mendesak pihak kepolisian agar segera menetapkan tersangka. Samsul Herawadi ayah Brigadir Esco, menilai bahwa penyidikan berjalan terlalu lamban dan diduga tidak transparan. Keluarga tidak akan berhenti memperjuangkan keadilan bagi almarhum.

 

“Kami minta polisi jangan berlama-lama. Kalau sudah ada pelakunya, kami minta segera ditetapkan sebagai tersangka. Dan hukum seberat-beratnya, bahkan hukuman mati. Kami akan terus menuntut keadilan, dan kalau perlu kami turun aksi di Polres maupun Polda NTB,” demikian ujar Samsul, Minggu (15/09).

 

Samsul juga mendesak Mabes Polri agar ikut mengawal penyidikan agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut-larut.

 

“Kami berharap Mabes Polri juga turun untuk melakukan penyelidikan. Kami ingin polisi segera menetapkan siapa pelakunya,” tambah Samsul.

 

Permintaan keluarga Brigadir Esco ini, bukan tidak berdasar. Menurut Samsul, banyak kejadian janggal sebelum korban ditemukan dengan leher tergantung di kebun belakang rumahnya.

 

Waktu komunikasi terakhir dan hilang kontak

 

Esco terakhir kali berkomunikasi dengan adiknya pada Senin sebelum dinyatakan hilang kontak. Ia sempat menyebut sakit, tetapi keesokan harinya tetap masuk dinas. Setelah Selasa malam, tidak ada kabar lagi dari korban hingga jasadnya ditemukan pada Minggu 24 Agustus 2025  pagi. Keluarga merasa jeda waktu ini terlalu panjang dan tidak wajar.

Orang sekitar tiba-tiba Bungkam

Keluarga menyebut bahwa sejumlah orang di sekitar korban, yang mungkin memiliki informasi, menjadi diam mendadak. Ada kesan bahwa beberapa saksi potensial atau warga yang seharusnya melihat atau mendengar sesuatu memilih tidak bicara. Keadaan ini menambah rasa curiga bahwa diduga ada yang sengaja menutup-nutupi.

Bercak darah di rumah korban

Dalam olah TKP kedua, ditemukan bercak darah di beberapa titik di rumah Brigadir Esco. Penemuan ini memunculkan dugaan bahwa peristiwa terjadi bukan di luar rumah atau di kebun saja, melainkan mungkin sudah dimulai di dalam kamar korban.

Bekas luka dan kekerasan benda tumpul

Laporan hasil otopsi menyebutkan bahwa tubuh Esco memperlihatkan luka benda tumpul, khususnya di bagian leher dan bagian tubuh lainnya, yang menurut keluarga tidak mungkin jika diklaim sebagai bunuh diri.

Penemuan jasad  dan  kondisi fisik

Saat ditemukan, kondisi jasad sudah dalam tahap lanjut pembusukan, wajah rusak, dan lehernya terikat tali. Kondisi ini dianggap keluarga sangat mengerikan dan tidak cocok dengan narasi sederhana bunuh diri.

Proses Penyidikan Masih Berjalan

Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum dalam kasus kematian Brigadir Esco ini masih berjalan. Sejak awal ditemukan,  polisi terus menerus mengumpulkan barang bukti dan sekaligus pemeriksaan saksi termasuk istri korban.

Sudah ada lima alat bukti yang berhasil dikumpulkan, tetapi belum dianggap cukup kuat untuk menetapkan tersangka. Untuk mengejar petunjuk, polisi sudah memeriksa sekitar 50 orang saksi, termasuk keluarga, kerabat, dan rekan kerja korban. Alat bukti seperti telepon seluler korban, hasil autopsi. Bercak darah di beberapa titik di rumah Esco juga tengah diperiksa mendalam.

 

“Total saksi yang sudah diperiksa sebanyak 50 orang,” kata Kepala Subdirektorat III Bidang Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Reserse Kriminal Umum Polda NTB AKBP Catur Erwin Setiawan yang ditemui di Polda NTB, Mataram, Kamis.

 

“Kebutuhan keterangan istrinya masih. Yang bersangkutan juga sudah beberapa kali kami periksa. Saat ini yang bersangkutan masih bertugas di Polres Lombok Barat,” ujarnya.

 

Pigak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan secara hati-hati dengan terus mencari bukti tambahan agar proses penetapan tersangka bisa benar-benar kuat di mata hukum.

 

Polisi juga meminta pihak keluarga dan masyarakat bersabar serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian.

 

Meski penyidik sudah mengantongi bukti awal dan telah memeriksa banyak saksi, keluarga Brigadir Esco merasa bahwa banyak hal yang belum dijelaskan secara memuaskan.

 

Keluarga dan elemen masyarakat seperti Laskar Sasak menuntut agar kepolisian segera menetapkan tersangka, menghukum dengan setimpal, dan memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan. Mereka menolak jika kasus ini terus dibiarkan tanpa kejelasan.

 

Ketua Laskar Sasak Lombok Tengah, Lalu Toni, menyampaikan dukungan moral dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Brigadir Esco. Ia menyatakan bahwa sebagai warga Lombok Tengah, dirinya ikut berbela sungkawa dan merasa wajib ikut mengawal kasus tersebut hingga terang.

 

“Saya selaku masyarakat Lombok Tengah ikut berbela sungkawa atas meninggalnya almarhum Brigadir Esco. Suatu kewajiban bagi saya selaku warga Lombok Tengah dan atas nama Ketua Laskar Sasak Lombok Tengah, berharap kepada pihak kepolisian untuk segera dan secepatnya menangkap pelaku atas meninggalnya Brigadir Esco,” tegasnya. Redaksi

Views: 112
Pimpinan Redaksi

Website: https://aspirasiindonesianews.com

Related Story
Apresiasi Jakarta Nasional
Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia
Pimpinan Redaksi Okt 16, 2026
Jakarta Nasional
PEWARNA Indonesia DKI Jakarta bersama Gerakan Moral Rekonsialisasi Indonesia (GMRI), Nusantara Centre, Semar Cipta Surya Kencana Amalindo menggelar acara Dialog dan Refleksi Nyata untuk Perdamaian.
Pimpinan Redaksi Sep 23, 2026
Jakarta Nasional
Rumah Sehat Family Massage Resmi Buka Cabang Ketiga di Pondok Indah, Hadirkan Layanan Premium Berstandar Profesional
Pimpinan Redaksi Jul 5, 2026
Nasional
Muchlis M Hanafi, Wakil Indonesia dalam Forum Internasional Pentashihan Mushaf di Irak
Pimpinan Redaksi Feb 4, 2026
Nasional
Stop Kerusakan Lingkungan, Polda Gorontalo Siap Tertibkan PETI di Seluruh Wilayah
Pimpinan Redaksi Jan 13, 2026
Nasional
CBA Kritik Anggaran Rp330 Juta untuk Cetak Foto Kepala Daerah Kota Tangerang: Mubazir dan Tak Pro-Rakyat
Pimpinan Redaksi Nov 13, 2025
Nasional
Hadiri Hari Santri 2025 di Tegal, Ini Pesan Wamendes Ariza
Pimpinan Redaksi Nov 6, 2025
Nasional
Dihadiri 2.000 Desa, Mendes Deklarasi Desa Bersinar
Pimpinan Redaksi Nov 3, 2025
Nasional
Ketua Koni Morotai Hadiri Penyerahan Hadiah Dan Penutupan Pemuda Cup 1 Desa Gamlamo Mortim
Pimpinan Redaksi Nov 3, 2025
Nasional
Pemda Optimis Proyek Labkesmas Selesai Tepat Waktu
Pimpinan Redaksi Nov 3, 2025
YOU MAY HAVE MISSED
Jakarta
SELAMAT & SUKSES PERGANTIAN PEJABAT DIREKTORAT QAGC JNE
Pimpinan Redaksi Okt 22, 2026
Berita Utama
MUKI dan PEWARNA Kalteng Gelar Doa Bersama di Bundaran Besar, Serukan Pemulihan dari Karhutla
Pimpinan Redaksi Okt 16, 2026
Apresiasi Jakarta Nasional
Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia
Pimpinan Redaksi Okt 16, 2026
Kabupaten Tangerang
Imigrasi Tangerang Luncurkan PUSPITA dan DIKSI Perkuat Pelayanan
Pimpinan Redaksi Okt 12, 2026

Pos Terbaru

  • SELAMAT & SUKSES PERGANTIAN PEJABAT DIREKTORAT QAGC JNE
  • MUKI dan PEWARNA Kalteng Gelar Doa Bersama di Bundaran Besar, Serukan Pemulihan dari Karhutla
  • Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia
  • Imigrasi Tangerang Luncurkan PUSPITA dan DIKSI Perkuat Pelayanan
  • JPB Law Firm Apresiasi Polres Jakpus, Minta Dugaan Penipuan Bisnis Tanam Padi dan Kapal Cumi Rp1 Miliar Diusut Tuntas

Copyright © 2026 | PT. Rasyah Andreas Mutiara Audrey (RAMA) | NewsExo by ThemeArile