Aspirasiindonesianews.com, Morotai- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi pulau Morotai Ramlan Drakel rencananya dalam waktu dekat akan melakukan sdak untuk mengecek Penjualan bensin di depot masalah Bedah harga beda liter selasa 30 /9/25.
Kepala Dinas Perindustrian , Perdangangan dan Koperasi Morotai Ramlan Drakel menjelaskan bahwa Penjualan bensin di depot itu bukan hanya ada di morotai tetapi hampir semua terjadi juga di kota kota besar, dan penjualan bensin di depot sangat memudahkan masyarakat, dalam perjalanan jika kendaran nya kehabisan bensin daripada menunggu antrian berjam jam di SPBU maka depot menjadi solusi untuk memudahkan kebutuhan pelayanan publik termasuk sopir angkutan umum dan pemilik kendaran saat mengemudi ujar Ramlan.
Dinas Perindakop Morotai pun akan menyediakan alat ukur bahan bakar minyak ( BBM) alat ukur yang di sebut dengan Tera guna memastikan ukuran bahan bakar minyak agar ukurannya tidak terjadi masalah namun Tera akan di berlakukan tahun 2026 karena alat Tera petugas nya harus mengikuti proses pelatihan di bandung Jawa Barat sebab petugas Tera harus memiliki sertifikasi atau kompetensi di bidang migas atau bisa mengfungiskan alat Tera Ujar nya.
Kepala Dinas Perindustrian , Perdagangan dan Koperasi Morotai Ramlan Drakel berharap supaya pemilik depot atau pelaku penjualan bensin di depot yang wajar wajar saja jika saat sidak kemudian pemilik depot tidak memiliki ijin lengkap atau harga dan liter tidak sesuai maka akan di tindak sesuai ketentuan perundang perundangan ucap Ramlan.
Penjualan bensin di depot menjual bensin dengan harga , dan ukuran nya patut di duga karena misalkan ada pemilik depot menjual bensin harga nya bervariasi ada harga 15 ribu, 17 ribu, 20 ribu, 25 ribu yang di isi dalam botol akua pungkas Ramlan.
Ketika wawancara salah satu warga gotalamo dirinya pun merasa bingun, dengan cara menjual bensin harga nya beda tetapi ukuran nya tidak sama. Red /Taufik Sibua
