Skip to content
  • Selasa, 27 Oktober 2026
  • 12:03
  • Follow Us

  • Home
  • Contact
  • Home
  • Home
  • Recruitment
  • Redaksi
  • Home
  • Akademisi UNIPAS Morotai Sesali Publik Hambat Pekerjaan Jalan
Pos-pos Terbaru
  • SELAMAT & SUKSES PERGANTIAN PEJABAT DIREKTORAT QAGC JNE 22/10/2026
  • MUKI dan PEWARNA Kalteng Gelar Doa Bersama di Bundaran Besar, Serukan Pemulihan dari Karhutla 16/10/2026
  • Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia 16/10/2026
  • Imigrasi Tangerang Luncurkan PUSPITA dan DIKSI Perkuat Pelayanan 12/10/2026
  • JPB Law Firm Apresiasi Polres Jakpus, Minta Dugaan Penipuan Bisnis Tanam Padi dan Kapal Cumi Rp1 Miliar Diusut Tuntas 09/10/2026
Morotai

Akademisi UNIPAS Morotai Sesali Publik Hambat Pekerjaan Jalan

Pimpinan Redaksi Jun 26, 2026 0
Spread the love

Aspirasiindonesianews.com, Morotai – Akademisi Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai, Fahmi Djaguna S. Pd,M.Pd mengajak seluruh pihak untuk melihat polemik yang berkembang terkait aktivitas perusahaan pelaksana proyek jalan di Morotai secara objektif dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun individu Kamis 25/6/26.

Menurut Fahmi Djaguna S. Pd,M.Pd perusahaan seperti PT Intim Kara dan PT Karya Hijrah Bersama (KHB) merupakan kontraktor yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan pembangunan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat, Karena itu, kehadiran perusahaan tersebut perlu dilihat dalam konteks pembangunan daerah, bukan semata-mata dari sudut pandang kepentingan tertentu Ucap Fahmi.

IFahmi Djaguna S. Pd,M.Pd menjelaskan bahwa dalam mekanisme pengadaan pemerintah, perusahaan konstruksi baru dapat melakukan berbagai persiapan teknis dan administrasi setelah ditetapkan sebagai pemenang tender. Sebelum ada penetapan pemenang, perusahaan tidak mungkin mengeluarkan biaya untuk mengurus seluruh kebutuhan proyek yang belum pasti mereka kerjakan.

“Perusahaan konstruksi baru bergerak setelah ditetapkan sebagai pemenang tender. Jadi masyarakat juga perlu memahami bahwa ada tahapan administrasi dan persiapan pekerjaan yang berjalan secara bersamaan. Yang penting seluruh kewajiban perusahaan tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Fahmi menegaskan bahwa persoalan ini harus dilihat dari asas manfaat yang akan diterima masyarakat Morotai. Menurutnya, pembangunan jalan bukan hanya soal proyek fisik, tetapi menyangkut akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas masyarakat yang selama ini terkendala oleh kondisi infrastruktur yang belum memadai.

“Saya tidak melihat ini dari kepentingan perusahaan. Yang harus menjadi perhatian utama adalah kepentingan masyarakat. Jalan yang dibangun hari ini akan digunakan oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, pelajar, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat Morotai. Karena itu kepentingan publik harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pihak-pihak yang memiliki konflik kepentingan dengan perusahaan tidak menjadikan proyek pembangunan jalan sebagai arena pertarungan kepentingan yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas.

“Kalau ada persoalan atau perbedaan kepentingan, silakan diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Namun jangan sampai kepentingan sesaat dari oknum-oknum tertentu menghambat pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Morotai,” tegasnya.

Fahmi juga mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang dinilai tidak konsisten dalam menyikapi pembangunan infrastruktur di Morotai. Menurutnya, selama ini banyak pihak yang mengkritik pemerintah daerah karena kondisi jalan yang rusak dan lambatnya pembangunan infrastruktur. Namun ketika pemerintah daerah berhasil melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat hingga anggaran pembangunan jalan dapat masuk ke Morotai, justru muncul upaya-upaya yang berpotensi menghambat pelaksanaannya.

“Selama ini kita sering mendengar keluhan soal jalan rusak. Pemerintah daerah kemudian berupaya memperjuangkan anggaran dan melakukan lobi sehingga pembangunan jalan akhirnya bisa dilaksanakan. Ketika pembangunan itu sudah berjalan, kenapa malah ada yang berusaha menghambat? Sebenarnya apa yang sedang diperjuangkan?” ujarnya.

Menurut Fahmi, kritik terhadap pembangunan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun kritik harus bertujuan memperbaiki proses, bukan sampai menghambat pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan sampai ketika jalan rusak kita protes pemerintah, tetapi ketika jalan mulai dibangun kita juga yang menghambat. Yang harus kita kawal adalah agar pembangunan berjalan sesuai aturan, tepat waktu, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung program pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan jalan ini bukan untuk perusahaan dan bukan untuk pemerintah semata. Ini untuk masyarakat Morotai. Karena itu mari kita letakkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, sehingga pembangunan yang sudah diperjuangkan dengan susah payah dapat selesai dan segera dinikmati manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Fahmi.

Fahmi Djaguna S. Pd, M. Pd Sebagai Akademisi Universitas Pasifik Morotai Turut Seseli Jika Ada Upaya Niat Baik Pemerintah Daerah Dalam Rangka Memperbaiki Akses Jalan Karena Kepentingan Publik Namun Jika Ada Pihak Pihak Yang Secara Sengaja Menghambat Pekerjaan Jalan itu Maka Sesungguh Berpikir Keliru.                       Red/ Taufik Sibua

Views: 108
Pimpinan Redaksi

Website: https://aspirasiindonesianews.com

Related Story
Morotai
TNI Polri Dan Pemda Morotai Tetap Solid Demi Untuk Masyarakat
Pimpinan Redaksi Jun 27, 2026
Morotai
Pemda Morotai Optimis Popda Xll 2026 Sukses Mulai Matangkan Kesiapan
Pimpinan Redaksi Jun 27, 2026
Morotai
Camat Morotai Morja Serahkan Bantuan Armada Pajeko Di Desa Hapo
Pimpinan Redaksi Jun 27, 2026
Morotai
Polres Morotai Ziarah Makam Dan Tabur Bunga Wujud Mengheningan Cipta Pahlawan
Pimpinan Redaksi Jun 26, 2026
Morotai
Simak Jadwal Resmi Sosialisasi Sadar Hukum Sekretariat Pemerintah Daerah Morotai
Pimpinan Redaksi Jun 25, 2026
Morotai
Fans Fanatisme Brasil Optimis Brasil Juara Piala Dunia 2026 Team Lain Peluang Juara Sulit
Pimpinan Redaksi Jun 25, 2026
Morotai
Astaga Waduh Gawat Pemda Morotai Tunda Popda 2026 Ada Apa Ya
Pimpinan Redaksi Jun 25, 2026
Morotai
Wakil Bupati Ikut Bertarung Di HIPMI Malut Habiskan 250 Juta Cuma Biaya Pendaftaran Saja
Pimpinan Redaksi Jun 24, 2026
Morotai
Johan Mardiono Borok Suara Di Musda Apdesi Morotai 2026 Dua Calon Ketua Apdesi Suara Tipis
Pimpinan Redaksi Jun 23, 2026
Morotai
Waketum DPP APDESI Bersama Wakil Bupati Morotai Hadiri Muscab APDESI Morotai
Pimpinan Redaksi Jun 23, 2026
YOU MAY HAVE MISSED
Jakarta
SELAMAT & SUKSES PERGANTIAN PEJABAT DIREKTORAT QAGC JNE
Pimpinan Redaksi Okt 22, 2026
Berita Utama
MUKI dan PEWARNA Kalteng Gelar Doa Bersama di Bundaran Besar, Serukan Pemulihan dari Karhutla
Pimpinan Redaksi Okt 16, 2026
Apresiasi Jakarta Nasional
Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia
Pimpinan Redaksi Okt 16, 2026
Kabupaten Tangerang
Imigrasi Tangerang Luncurkan PUSPITA dan DIKSI Perkuat Pelayanan
Pimpinan Redaksi Okt 12, 2026

Pos Terbaru

  • SELAMAT & SUKSES PERGANTIAN PEJABAT DIREKTORAT QAGC JNE
  • MUKI dan PEWARNA Kalteng Gelar Doa Bersama di Bundaran Besar, Serukan Pemulihan dari Karhutla
  • Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia
  • Imigrasi Tangerang Luncurkan PUSPITA dan DIKSI Perkuat Pelayanan
  • JPB Law Firm Apresiasi Polres Jakpus, Minta Dugaan Penipuan Bisnis Tanam Padi dan Kapal Cumi Rp1 Miliar Diusut Tuntas

Copyright © 2026 | PT. Rasyah Andreas Mutiara Audrey (RAMA) | NewsExo by ThemeArile