Aspirasiindonesianews.com, Morotai- Kebijakan Pemerintah Pusat Atas Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) Kebijakan Yang Mengejutkan Masyarakat Indonesia Pada Umum Nya Terutama Masyarakat Morotai, Pasal nya Dalam Situasi Keterpurukan Pemangkasan Anggaran Habis Habisan Karena Alasan Efisiensi, Kini Publik Di dihadapkan Dengan Situasi Kenaikan Bbm Membuat Publik Morotai Kewalahan ( Suak) Kenaikan Bbm Mempengaruhi Seluruh Biaya Transportasi Lintas Sektor SeLangit Baik Transportasi Darat,Laut ,Udara Kamis 11/6/26.
Sejumlah Sopir Angkutan Umum, Maupun Masyarakat Ketika Di Tanya Soap Kenaikan Bahan Bakar Minyak ( BBM) Memang Berdampak Langsung Pada Kenaikan Berbagai Aspek Baik Tarif Transportasi Bahkan Kemungkinan Harga Sembilan Bahan Pokok Juga Pasti Naik, Karena Harga Angkutan Transportasi , Serta Upah Buruh Lumayan Mahal.
keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Khusus Morotai, harga Pertamax Green tercatat naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter. Kenaikan tersebut dikeluhkan para pengemudi angkutan umum karena berdampak pada meningkatnya biaya operasional kendaraan.
Muin, sopir angkutan penumpang rute Daruba–Bere-Bere, Kecamatan Morotai Utara,mengatakan kenaikan harga BBM membuat tarif angkutan penumpang Secara Otomatis Tarif Transportasi Ikut Naik.
“Kalau sebelumnya harga tiket penumpang Rp 100 R ribu per orang, Daruba Bere Bere, dengan kenaikan harga Pertamax kemungkinan naik menjadi Rp100 ribu Lebih per orang,” ujar Muin.
Keluhan serupa disampaikan Yanto, sopir angkutan umum yang melayani rute Daruba–Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat. Menurutnya, tarif penumpang yang sebelumnya Rp70 ribu per orang berpotensi naik menjadi Rp100 ribu per orang untuk menutupi biaya operasional kendaraan.
Selain Sopir Angkutan Umum Bere Bere, Maupun Sopir Wayubula Selatan Barat, Hal Yang Sama Juga Di Keluhkan Sejumlah Sopir Sangowo Morotai Biasanya Sangowo Daruba Itu Cuma 50 Ribu Perorang Tapi Karena BBM Harga Naik Cukup Tinggi Ya , Makanya Tiket Oto ( Mobil) Pun Naik Jadi 75 Ribu Perorang Sangowo Daruba.
Sementara itu, Usman Sini, pengemudi becak motor (bentor) yang beroperasi di pusat Kota Daruba, mengaku kenaikan harga Pertamax juga berdampak pada tarif angkutan roda tiga.
Menurut Usman, tarif bentor di dalam kota yang sebelumnya berkisar antara Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per orang berpotensi naik menjadi Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Sedangkan tarif perjalanan dari pusat kota menuju Pelabuhan Ferry yang sebelumnya sekitar Rp 25 ribu dapat meningkat hingga Rp 35 ribu.
“Dengan harga BBM yang naik cukup tinggi, kami terpaksa menyesuaikan tarif agar biaya operasional tetap tertutupi,” ungkap Usman.
Para pengemudi berharap pemerintah dapat memberikan solusi terhadap dampak kenaikan harga BBM tersebut, mengingat transportasi darat menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Pulau Morotai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Red /Taufik Sibua
