Aspirasiindonesianews.com – Jakarta – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang, Hermanto, menghadiri kegiatan Penguatan Budaya Kerja yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman, komitmen, dan penerapan budaya kerja yang berintegritas, profesional, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Agenda tersebut diikuti jajaran pimpinan tinggi Ditjenpas, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DKI Jakarta dan Banten, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Salah satu materi strategis yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mengangkat tema “Akselerasi Tata Kelola Ditjen Pemasyarakatan: Integrasi Manajemen Risiko & Penguatan Budaya Kerja.”
Materi disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi melalui penerapan manajemen risiko secara terintegrasi.
Selain itu, penguatan budaya kerja diarahkan untuk membangun jajaran pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan publik secara optimal.
Pembahasan juga mencakup kesiapan jajaran pemasyarakatan dalam menghadapi perkembangan kebijakan dan regulasi, termasuk implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta penerapan ketentuan KUHP baru.
Penguatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan di setiap satuan kerja pemasyarakatan.
Keikutsertaan Kepala Rutan Kelas I Tangerang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen jajarannya untuk mengimplementasikan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Hermanto menegaskan bahwa penguatan budaya kerja bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
“Melalui kegiatan ini, kami di Rutan Kelas I Tangerang semakin ditegaskan untuk terus menginternalisasi nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas. Target kami jelas, yaitu menghadirkan pelayanan publik yang semakin transparan, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat serta warga binaan,” ujar Hermanto.
Menurutnya, penerapan budaya kerja yang kuat harus tercermin dalam setiap proses pelaksanaan tugas, mulai dari kedisiplinan petugas, pengelolaan risiko, koordinasi antarjajaran, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.
Melalui agenda tersebut, Rutan Kelas I Tangerang berkomitmen melanjutkan berbagai upaya pembenahan internal serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan instansi terkait.
Integrasi manajemen risiko juga dipandang penting untuk mengantisipasi berbagai potensi persoalan dalam pelaksanaan tugas sekaligus memastikan setiap kebijakan dan pelayanan dapat berjalan secara terukur dan akuntabel.
Dengan penguatan budaya kerja tersebut, jajaran Rutan Kelas I Tangerang diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang transparan, profesional, responsif, dan berintegritas.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi pemasyarakatan menuju tata kelola organisasi yang modern serta semakin dipercaya masyarakat.
Penulis: Marhamah
Editor: Pamungkas
Sumber: Bid. Humas Rumah Tahanan Kelas I Tangerang











