Aspirasiindonesianews.com – Soekarno Morotai – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soekarno Morotai yang dari sisi luar tampak megah menyerupai hotel berbintang, ternyata masih menyisakan sejumlah persoalan di bagian dalam dan lingkungan sekitar rumah sakit. Hal tersebut terpantau langsung oleh awak media saat melakukan peninjauan lapangan.
Padahal, pada tahun 2025 lalu, RSUD Soekarno Morotai tercatat menerima Piagam Penghargaan Pelayanan Kesehatan Terbaik. Penyerahan piagam tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai, dr. Diana, pada acara resmi yang digelar di Morotai, Selasa (06/01/2026).
Namun berdasarkan hasil pantauan awak media, kondisi di sekitar ruang isolasi masih terlihat kurang terawat. Di bagian depan ruang tersebut tampak rumput liar yang cukup tinggi, serta sampah plastik dan sisa material lain yang berserakan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi keluarga pasien yang berjaga.
Awak media juga sempat melihat kondisi pasien di ruang isolasi atas nama Ikbal Mahasari, warga Desa Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur. Selain area isolasi, sejumlah ruangan lain di RSUD Soekarno Morotai yang sudah tidak difungsikan juga terlihat tidak tertata dengan baik, sehingga memengaruhi kebersihan lingkungan rumah sakit secara keseluruhan.
Terkait temuan tersebut, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Direktur RSUD Soekarno Morotai melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan, nomor kontak yang bersangkutan tidak aktif dan belum memberikan tanggapan resmi.
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan publik, rumah sakit diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan demi menunjang proses penyembuhan pasien. Lingkungan rumah sakit yang bersih dan terawat juga menjadi bagian penting dari standar pelayanan kesehatan, terlebih mengingat sektor kesehatan setiap tahunnya memperoleh alokasi anggaran yang cukup besar.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak manajemen RSUD Soekarno Morotai maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan resmi atas kondisi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.
(Redaksi | Taufik Sibua)
