Aspirasiindonesianews.com, Maluku – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Halmahera Selatan Terkesan Membiarkan , Bahkan Tidak mau tau Serta Ambil Pusing Masalah Penutupan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Menyebabkan Siswa, Siswi, Putus Sekolah Di Desa Doko Kasiruta Barat Mestinya Penutupan Paud Menjadi Perhatian Khusus, Pemerintah Daerah Terutama Bupati Halmahera Selatan Ali Bassam Kasuba Memberikan Sangsi Tegas Kepada Pihak Komite Sekolah Rabu 04/02/26.
Dinas Pendidikan Kebudayaan Halmahera Selatan, Tidak Pernah Mengecek Langsung Ke Paud Desa Doko,Kasiruta Barat Guna Menyelesaikan Masalah Penutupan Paud Ironis Generasi Penerus Kehilangan Masa Depan nya.
Penutupan Sekolah Paud Desa Doko Halmahera Selatan Di Sebabkan Karena Pemerintah Desa Belum Menyelesaikan Pembayaran Insentif Guru Honor, Kader Posyandu, Linmas, selama 2 Tahun, Termasuk Badan Sarah, Dan Staf Pemerintah Desa itu lah Alasan Nya Guru Paud Terpaksa Mogok Mengajar.
Salah Satu Guru Honor Paud Desa Doko, Kasiruta Barat, Halmahera Selatan Membenarkan Bahwa Penutupan Sekolah Dan Mogok Mengajar Karena Pemerintah Desa Belum Membayar Gaji Guru Honor Selama 7 Bulan Jadi Untuk Apa Musti Masuk Mengajar Kalau Gaji Tidak Bayar Lantas Biaya Hidup Anak Istri Sehari Hari Mau makan Apa Ujar Nama Nya Di Rahasiakan
Salah Satu guru Honor Menegaskan Apabila Sepanjang Pemerintah Desa Tidak Bisa Menyelesaikan Pembayaran Gaji Maka Proses Belajar Mengajar Belum Bisa Berjalan Lancar Sebagaimana .Mestinya Berikan Dulu Gajinya Baru lah Lanjut Proses Mengajar . Red /Taufik Sibua
