Aspirasiindonesianews.com, Morotai -pekerjaan proyek kantor Urusan Agama, Morotai Timur, yang baru dalam tahap pekerjaan, itu lahan nya gratis karena tanah hiba milik Pemerintah Desa Gamlamo progres pekerjaan sudah mencapai 75 persen tetapi belum terpasang papan proyek, sehingga besaran anggaran tertutup, dan tidak tau nama CV, atau PT Yang di kerjakan proyek tersebut termasuk karyawan dominasi dari luar tidak terpakai karyawan lokal membuat masyarakat Gamlamo merasa kecewa terhadap sikap kontraktor tidak melibatkan karyawan lokal Rabu 1/10/25.
Pantuan wartawan Aspirasi Indonesia News.com saat di lokasi proyek sekitar pukul 10.00 wit sekaligus mengecek Papan Informasi Publik,ternyata papan proyek belum terpasang di areal proyek yang sementara dalam tahan pekerjaan, hampir semua karyawan di pakai kontraktor itu semuanya dari Tidore Kepulauan.
Warga Desa Gamlamo ketika di wawancara membenarkan bahwa mulai awal kantor Urusan Agama Morotai Timur itu kontraktor tidak pakai pekerja tukang padahal di desa Gamlamo juga banyak yang ingin bekerja karena proyek nya di dalam desa kenapa satupun tidak di pakai justru rata rata karyawan dari luar jadi sebagai warga Gamlamo merasa kecewa ujar salah satu warga Gamlamo.
Pendis Kementerian Agama Morotai saat di konfirmasi masalah papan Informasi Publik,kontraktor sudah pasang tepatnya di depan mes karyawan tapi buktinya tidak terpasang sebab begitu di cek papan proyek nya belum terpasang.
Kepala Desa Gamlamo Morotai Timur Mukadis Tou SH, berharap supaya kontraktor terbuka dan segera memasang papan proyek agar masyarakat tidak banyak bertanya kontraktor sedang ke Ternate jadi silahkan wartawan menghubungi pihak kontraktor harap Mukadis.
Kontraktor mengerjakan proyek kantor Urusan Agama Morotai Timur bisa di kerjakan secara baik dan selalu menjaga kualitas bagunan. Red /Taufik sibua
