Aspirasiindonesianews.com, SofifiĀ 25/11/2025 – Jajaran Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pukul 09.20 s.d 10.30 WIT, bertempat di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Maluku Utara Desa Galala Kec. Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara telah dilaksanakan Upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-80 Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Dengan tema “Guru Hebat Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Selasa 25/11/25.
Bertindak selaku Pimpinan Upacara Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda Laos. Dengan susunan Pasukan 1 (satu) SST Siswa Siswi Pramuka Tikep,1 (satu) SST SMK 5 Tikep, 1 (satu) SST SMA 5 Tikep, 1 (satu) SST PGRI Prov Maluku Utara. Dapat dilaporkan Sbb:
A. Hadir dalam kegiatan Sbb:
1. Kabinda Maluku Utara Brigjen TNI R. Moch Iskandarmanto, S.E.,M.M
2. Kajati Maluku Utara di Wakili Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Maluku Utara,Sobeng Suradal S.H.,M.H.
3. Kapolda Maluku Utara diwakili Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Andrie Rondonuwu, S.I.K., M.Si.
4. Kabinda Malut Brigjen TNI R. Moch Iskandarmanto, S.E.,M.M
5. Dandrem 152/Babullah diwakili Kasdim 1505/Tidore Mayor Inf. Ashino
6. Danpomal Mayor Laut (PM) Surolik
7. Danlanud Lwm diwakili Kalan Ternate Lanud Lwm Kapt. Kes. Untung Sugiarto
8. Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs.H.Samsuddin A.Kadir, M.Si,
9. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Dr. Abubakar Hi. Abdullah, S.Pd., M.Si.
10. Para OPD Prov Maluku Utara ASN, Guru da tamu undangan lainya yang berjumlah sekitar 400 orang.
Rangkaian kegiatan Sbb:
1. Persiapan Upacara
2. Komandan Upacara memasuki lapangan upacara
3. Inspektur Upacara memasuki lapangan upacara
4. Penghormatan kepada Inspektur Upacara
5. Laporan Komandan Upacara
6. Pengibaran Bendera Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya
7. Mengheningkan Cipta
8. Pembacaan Pancasila
9. Pembacaan Teks UUD 1945 dan Ikrar Guru
10. Sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang disampaikan Pimpinan Upacara Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda Laos. Sbb:
Gubernur Maluku Utara Sherly Thoanda Laos Mewakili Menteri Pendidikan Sekolah Dasar,Dan Menengah Republik Indonesia Untuk Membacakan Teks Nya Bahwa Sambutan Selama satu tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Pemerintah telah melakukan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Tahun 2025, Pemerintah memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum berpendidikan D.IV/S.1 untuk melanjutkan studi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk 12.500 guru. Pemerintah memberikan berbagai pelatihan antara lain Pendidikan Profesi Guru, up-grading guru Bimbingan Konseling, Bimbingan Konseling untuk guru-guru non-Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya Ujar Sharly
Pemberian Beasiswa Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, Pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah perbulan untuk guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu kali gaji pokok untuk guru-guru ASN. Bagi guru honorer diberikan insentif sebesar 300.000 rupiah per bulan. Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru.
Pemerintah menyadari berbagai insentif dan tunjangan untuk guru belum sebagaimana yang diharapkan.
c. Tetapi Pemerintah berkomitmen untuk berbuat yang lebih baik. Tahun 2026, kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dibuka untuk 150.000 guru. Tunjangan guru honorer dinaikkan dari 300.000 rupiah menjadi 400.000 rupiah. Tugas administratif guru dikurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam, ada satu hari belajar guru dalam sepekan. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih fokus melaksanakan tugas utama sebagai pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkan kualitas diri.
d. Di era digital dan dunia global, tugas guru semakin berat. Guru dihadapkan pada tantangan kehidupan yang semakin hedonis dan materialistis dimana kebahagiaan dan penghargaan atas manusia dihargai sebatas kepemilikan dan kesenangan material.
Guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, dan apresiasi yang rendah. Ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum. Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid. Untuk melindungi para guru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Isi kesepahaman antara lain penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik.
e. Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia. Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya.
f. Kehadiran guru kian diperlukan oleh murid di dalam dan di luar kelas sebagai figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka. Untuk tugas mulia itu, idealnya guru memiliki stamina intelektual, sosial, moral yang prima, teguh, dan tegar di tengah berbagai tantangan dan permasalahan. Saya mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri. Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru.
Jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka. Sejatinya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga. Berilah kesempatan para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai.
g. Kepada para murid, saya mengingatkan lima nasihat Presiden Prabowo Subianto. (1) Belajarlah yang Baik!; (2) Cintai Ayah dan Ibu!; (3) Hormati Guru!; (4) Rukun Sama Teman!; (5) Cintai Tanah Air dan Bangsa!. Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu.
11. Menyanyikan lagu Hymne Guru
12. Pembacaan doa
13. Laporan kembali Komandan Upacara
14. Penghormatan kepada Inspektur Upacara
15. Upacara selesai
16. Acara tambahan
Kegiatan selesai berjalan aman dan lancar.
*Catatan:*
A. Upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI merupakan agenda Nasional yang diadopsi Pemerintah daerah sebagai bentuk penghormatan kepada guru sekaligus memperkuat identitas PGRI sebagai organisasi profesi yang menegaskan bahwa peran guru ditempatkan sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.
B. Kegiatan Upacara ini juga menjadi momentum dalam penguatan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menghargai dedikasi guru dan mendukung transformasi pendidikan nasional menuju sistem yang lebih efektif, inklusif dan berkeadilan .Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Red Taufik Sibua
